Senin, Mei 23, 2022
spot_img
BerandaBeritaPolresta Balikpapan Dan Polda Kaltim Berhasil mengungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Polresta Balikpapan Dan Polda Kaltim Berhasil mengungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Balikpapan – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama dengan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus Illegal Oil di Mako Polda Kaltim, Kamis (31/3/2022).

Sedikitnya ada empat tersangka yang berhasil diamankan dalam kasus ini dengan barang bukti Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 400 liter.

“Ada dua kasus yang berhasil diungkap, yang pertama Polresta Balikpapan dari Unit Tipiter sedangkan yang kedua oleh Ditreskrimsus Polda Kaltim,” jelas Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Iman Sugianto melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Bahwa pengungkapan yang dilakukan oleh Unit Tipiter Satreskrim Polresta Balikpapan berawal saat petugas yang sedang melaksanakan patroli mendapati dan mencurigai sebuah truk yang sedang berada di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di km 9 Jalan Soekarno Hatta Balikpapan Utara pada Rabu (30/3/2022), dan saat dilakukan pemeriksa ternyata sopir truk melakukan perbuatan curang.

“Pelaku memodifikasi truknya menjadi dua tangki, yang harusnya menampung 200 liter, ini bisa 400 liter,” imbuhnya lagi.

Diketahui, modus yang digunakan pelaku berinisial C (42) warga Jalan Soekarno Hatta Km 21, Karang Joang, Balikpapan Utara ini dengan memodifikasi tangki BBM di mobil tersebut tidak tersambung ke mesin mobil.

“Jadi di desain khusus untuk menampung BBM Solar yang nantinya dijual ke industri yang ada disekitar Kota Balikpapan, dalam kasus ini pelaku disangka melanggar pasal 40 ayat 9 UURI No 11 tahun 2020 ttg Cipta Kerja setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquid petrolium gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 2 M perubahan atas UURI No 22 tahun 2021 tentang migas,” tambahnya lagi.

Sedangkan untuk kasus kedua yakni pengungkapan yang dilakukan oleh jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltim, yang mana sasarannya adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Nelayan (SPBBN).

“Kali ini yang berperan adalah penggelola SPBBN berinisial A,” ungkap Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Yusuf menambahkan bahwa modus yang digunakan yakni pelaku menyisihkan BBM Subsidi setiap ada pengiriman BBM dari Pertamina. Yang mana Pertamina melakukan pengiriman setiap bulan sebanyak 4 kali.

“Setiap kali pengiriman sebanyak 10 ribu liter, pelaku selaku pengelola SPBBN menyisihkan 2 sampai 3 ribu liter untuk ditimbun yang nantinya untuk dijual ke industri yang membutuhkan,” lanjutnya.

Perbedaan harga antara BBM Solar subsidi dengan Solar Industri inilah yang membuat pelaku melakukan kejahatan ini untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

“Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2019, dan saat ini kami masih melakukan pengembangan apakah ada pelaku lain yang terlibat,” pungkasnya.

Untuk diketahui dari pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan 3 pelaku masing-masing berinisial A (43), S (37) dan F (41). Ketiga pelaku ditangkap di Jalan Provinsi Km 13, Kelurahan Lawe-lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara pada Jumat (4/3/2022) lalu.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments