Bontang — Malam telah turun ketika laporan kebakaran lahan diterima Polsek Muara Badak. Sekitar pukul 19.20 Wita, api membakar semak belukar di kawasan lahan masyarakat dan lahan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), RT 01 Desa Salo Palai, Kecamatan Muara Badak. Medan gelap, vegetasi kering, dan kondisi berangin membuat upaya pemadaman membutuhkan ketelitian serta perjuangan ekstra.
Tanpa menunggu waktu, personel Polsek Muara Badak bersama 12 personel Fire Rescue PT PHSS dan masyarakat bergerak ke lokasi. Dua unit mobil Fire Rescue dikerahkan untuk menjangkau titik api. Di tengah gelapnya malam dan medan yang tidak mudah dilalui, tim terus menyisir kawasan terbakar, mengarahkan semprotan air ke titik-titik api hingga bara yang tersembunyi berhasil dikendalikan.
Perjuangan itu berlangsung berjam-jam. Sekitar pukul 22.19 Wita, api berhasil dipadamkan, namun tim tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala dan memicu kebakaran susulan. Sekitar 2 hektare semak belukar terdampak dalam kejadian tersebut, sementara korban jiwa dilaporkan nihil.
Kapolsek Muara Badak Iptu Danang menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak mengenal batas waktu.
> “Begitu ada laporan, kami langsung bergerak. Kondisi malam dan medan yang sulit bukan alasan untuk berhenti. Yang terpenting adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas,” tegasnya.
Kebakaran yang diduga dipicu kondisi panas ekstrem, semak belukar kering dan angin tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla dapat muncul kapan saja. Di Salo Palai, malam panjang menjadi saksi bagaimana sinergi Polri, Fire Rescue dan masyarakat terus bekerja sampai api benar-benar tak berkutik.
Humas Polres Bontang
