Selasa, Juni 23, 2026
spot_img
BerandaBeritaHari Bhayangkara ke-80 : Ketika Kepedulian Polri Mengubah Gubuk Bocor Menjadi Harapan...

Hari Bhayangkara ke-80 : Ketika Kepedulian Polri Mengubah Gubuk Bocor Menjadi Harapan Baru bagi Seorang Nenek di Semangkok

Bontang – Di usianya yang menginjak 70 tahun, Ibu Faridah seharusnya menikmati masa senja dengan tenang. Namun kenyataan berkata lain. Janda lanjut usia itu menjalani hari-harinya dalam keterbatasan, tanpa pekerjaan dan tanpa ada keluarga yang mampu menanggung kebutuhan hidupnya. Beliau hidup bersama 2 saudaranya yang juga telah lanjut usia, di sebuah sudut RT 11 Rapak Lama Gunung, Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu, ia bertahan di rumah sederhana berukuran sekitar 2 x 3 meter yang dibangun dari potongan seng bekas dan sisa tripleks yang disusun seadanya.

Ketika hujan turun, rumah itu tak lagi menjadi tempat berlindung. Atap yang bocor membuat air merembes masuk ke setiap sudut ruangan. Bersama saudaranya yang juga hidup dalam keterbatasan dan harus merawat 2 anak berkebutuhan khusus, Ibu Faridah menjalani hari demi hari dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Kisah itulah yang mengetuk hati Polres Bontang. Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bontang menghadirkan Program Bedah Rumah sebagai wujud nyata pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Ibu Faridah pun menjadi salah satu warga yang diprioritaskan menerima bantuan tersebut, sehingga rumah yang selama ini menjadi saksi perjuangannya dapat dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Bagi Polri, peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial atau perayaan usia pengabdian. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri harus mampu dirasakan hingga ke rumah-rumah sederhana, menjangkau mereka yang hidup dalam keterbatasan, dan menghadirkan secercah harapan bagi masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano SIK, MSi menyampaikan bahwa program bedah rumah tersebut merupakan bentuk nyata implementasi tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri Untuk Masyarakat”.

> “Polri tidak hanya hadir ketika ada gangguan kamtibmas, tetapi juga harus hadir untuk mendengar, melihat, dan membantu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi keterbatasan hidup. Semoga rumah yang dibangun ini bukan hanya menjadi tempat berteduh bagi Ibu Faridah, tetapi juga menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian dan harapan bagi sesama. Di usia ke-80 pengabdiannya, Polri ingin terus tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan,” ucap Kapolres Bontang

Di balik dinding rumah yang akan berdiri kembali itu, tersimpan pesan sederhana namun mendalam : kadang kebahagiaan tidak datang dalam bentuk yang mewah, melainkan dari hadirnya kepedulian yang membuat seseorang merasa tidak lagi sendirian menghadapi hidup

Humas Polres Bontang

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments